Walau Badai Tiada Berakhir

Daun-daun berguguran tanpa ampunan
Ranting-ranting meranggas dengan marah
Pohon menerpah badai dengan malu
Akar menyeruak melawan gravitasi

Angin berseringai dengan kejam
Matahari membakar dengan semburan
Air menerpa dengan dasyat
Tanah pun memanas..

Rumah-rumah berserakan
manusia luntang lantung..
Dingin seolah menyeruak
Panas menjadi lemah..

Badai belum berakhir..
Kekurangan..
Kehampaan..
Ketimpangan..
Semuanya masih terjadi..

Tapi belum terlambat..
Ini belum berakhir..
Masih ada sedikit asa memperbaiki..
Semuanya harus dimulai..
Dimulai dari satu titik..
Titik terkecil di dada seorang insan..
Nurani..
Semuanya harus dimulai dari nurani..
iya harus mulai merenda kembali benang yang kusut..
Semuanya dimulai dari kita..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s