Cinta & Mimpi

_Mimpi Itu Indah_

Matahari masih enggan menunjukan pancaran matanya yang menyilaukan. Burung  pun seolah kesiangan untuk bernyanyi.  Suasana seperti itulah yang setiap hari harus ku rasakan. Memulai pagi dengan rebutan kamar mandi dengan 3 orang gila,sudah jadi sarapan wajib ku. Yah.. Itulah nasib anak kosan yang semuanya serba berbagi,dari kamar mandi,parfume,sabun mandi,pasta gigi dan lain lain. Untungnya masalah pakaian kami punya selera masing-masing. Setiap kali menunggu giliran mandi, aku selalu teringat masa kecil ku yang menurutku ajaib.

Di besarkan dari keluarga yang bisa dibilang kurang mampu membuat aku memiliki cita-cita yang mungkin gila. Bayangkan saja,setiap malam sebelum tidur aku selalu mengatakan pada ibuku kalau aku ingin jadi presiden. Jawaban yang sama juga selalu terlontar dari mulut ibuku,jika aku berusaha aku pasti bisa. Well,dengan nasehat beliau aku selalu berusaha belajar dengan baik. Alhasil,aku selalu berlangganan menjadi juara umum disekolah ku. Banyak orang yang sebenarnya mengejek,atau bahkan menghinaku di waktu kecil. Aku selalu disebut dengan Anak Orang Tuli. Yah, mungkin mereka benar. Aku memang mempunyai seorang ayah yang gagu. Tapi sudahlah,aku tak pernah marah atau tersinggung. Karena bagiku,ayah tetap ayah terbaik didunia. Bukan kehendak manusia menjadi tidak normal,tapi ada Dzat Yang Maha Kuasa yang menuliskan setiap kisah untuk mahluk-Nya. Justru hal-hal inilah yang membuat motivasi besar dalam hidup ku.

Tapi cita-cita menjadi presiden berubah seketika saat aku masuk SMP,aku kemudian bercita-cita menjadi Dokter. Dan setiap malam aku juga selalu  kembali bercerita pada ibu tentang cita-citaku itu.Namun jawaban beliau masih sama,jika kamu berusaha kamu pasti bisa .Waktu SMP masih ku lewati dengan gelar juara. Masuk SMA cita-cita ku juga berubah,aku ingin sekali jadi desainer grafis. Dan kukatakan cita-cita ku itu pada ibu.Namun kali ini ibu menjawab hal berbeda. Dengan lembut  beliau menjawab,”Jadilah apa yang kau inginkan,asal kau bertanggung jawab dan senang melakukannya”.  Hal itulah yang sampai saat ini masih segar dalam ingatan ku. Berbeda dengan masa-masa sebelumnya, masa SMA sepertinya adalah masa pembelajaran bagiku. Gelar juara sudah tidak lagi menjadi milikku. Ada seseorang yang dengan mudah menggeser semuanya. Mungkin selama ini aku terlalu sombong dengan semua yang kumiliki,semua yang ku bisa. Dan rasa sakit ketika kau jatuh saat kau sudah tinggi ,1000 kali lebih sakit daripada saat kau masih berada dibawah. Dari hal itu aku mulai sadar,bahwa di atas gunung masih ada gunung yang lebih tinggi.

Akhirnya kesadaran ku akan semua hal itu membuat ku kembali termotivasi. Aku mulai giat belajar kembali dan walaupun aku tidak bisa merebut kembali posisi ku,tetapi aku puas akan semuanya. Kembimbangan akan masa depan sempat menghantui pikiran ku saat naik ke kelas 3 SMA. Aku benar-benar tak ada bayangan untuk kedepan. Semuanya ibarat tabir hitam di malam hari gelap tanpa cahaya.  Aku juga tak tega jika harus meminta ke ibu atau ayah untuk bisa melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Ekonomi kami saat itu sangat  kurang mendukung. Hasil tambang yang ada juga masih minim. Sampai tibahlah pengumuman kelulusan ujian akhir. Ibu yang selalu setia menemani ku,duduk dibarisan terakhir saat pengumuman itu. Aku pun tak menyangka beliau akan dipanggil kedepan,aku takut aku tidak lulus. Tapi akhirnya semuanya tepuk tangan dan yang pasti aku sangat merindukan moment itu lagi,saat beliau menangis bahagia begitu tahu jika aku lulus dan mendapat juara. Pada saat itu beliau berjanji  untuk menyekolahkanku. Entah da ri mana asal nya,rejeki itupun semakin berlimpah. Inilah jalan Allah untuk umatnya. Sekarang aku sudah disini,dikampus pembaharuan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Seorang anak kampong,anak dari ayah yang gagu,anak dari seorang mantan pegawai swasta,buruh serabutan,dan sekarang beralih menjadi penambang bisa kuliah.  Aku pun masih tak habis pikir,kenapa dari 3 cita-citaku, aku malah masuk jurusan keguruan?? (hahahha).  Satu kalimat terakhir “ Jangan pernah malu dengan apa yang diberikan Allah swt padamu,karena Allah selalu mempunyai jalan yang indah untuk hamba_Nya yang bersyukur”… J

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s