Contoh Angket

1.Seperti yang kita ketahui,ada empat macam metode dalam psikologi. Metode itu adalah metode eksperiment,metode pengumpulan (portofolio) ,metode studi kasus,dan metode penyidikan klinis[1]. Dalam hal ini,saya membuat contoh penerapan metode psikologi dalam pendidikan yaitu metode pengumpulan (portofolio) dengan instrumen angket.. Metode ini saya ambil karena metode pengumpulan (portofolio) ini mudah untuk dilaksanakan,dari segi ekonomi,waktu dan jangkauannya ,metode ini lebih baik dari metode-metode yang lain[2]. Walaupun tidak bisa dipungkiri metode ini masih ada kekurangan-kekurangan seperti tidak seriusnya responden dalam menjawab,adanya angket yang tidak dikembalikan dll. Tetapi dibalik kekurangan nya tersebut, metode pengumpulan( portofolio ) ini  lebih mudah dianalisis karena hanya dilakukan dengan penghitungan statistik dari semua angket yang disebar. Berikut adalah contoh angket yang membahas tentang pelaksanaan praktikum dan minat praktikum serta minat membuat laporan praktikum dari mahasiswa/i pendidikan biologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

ANGKET PELAKSANAAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR DAN MINAT PRAKTIKUM SERTA MEMBUAT LAPORAN MAHASISWA/I PENDIDIKAN BIOLOGI DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ( UIN ) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

 

Nama mahasiswa/i                  :____________________
Kelas/ Prodi                            :_________/___________
Jenis Kelamin                          : Laki- laki / Perempuan

Petunjuk pengisian :

v  Perhatikan dan cermati setiap pertanyaan/pernyataan sebelum anda menjawabnya.

v  Gunakan kejujuran anda pada saat menjawab pertanyaan/pernyataan.

v  Pilih satu jawaban dari masing-masing pertanyaan, jangan takut dan ragu-ragu pada saat menjawab pertanyaan/pernyataan.

v  Gunakan jawaban anda sendiri, jangan terpengaruh oleh jawaban teman anda.

v  Beri tanda centang ( Ö ) pada jawaban yang menurut anda paling benar.

 

  1. Pelaksanaan Praktikum Biologi Dasar.

 

No

Pernyataan

Sangat setuju

Setuju

Tidak setuju

Sangat Tidak setuju

1

Praktikum selalu dilaksanakan tepat waktu

 

 

 

 

2

Dosen praktikum selalu masuk pada saat praktikum dilaksanakan.

 

 

 

 

3

Dosen praktikum mampu menjelaskan dengan baik apa yang harus dikerjakan pada saat prakikum dilaksanakan.

 

 

 

 

4

Dosen praktikum mampu menumbuhkan rasa menyenangkan pada saat praktikum.

 

 

 

 

5

Penjelasan dosen pada saat praktikum mudah dipahami.

 

 

 

 

6

Materi yang dipraktekan sesuai dengan materi yang diajarkan dikelas.

 

 

 

 

7

Praktikum yang dilaksanakan selalu sesuai dengan modul praktikum.

 

 

 

 

8

Dosen selalu menerangkan tata cara praktikum dengan baik dan benar.

 

 

 

 

9

Asisten laboratorium selalu membantu praktikan pada saat praktikum dilaksanakan.

 

 

 

 

10

Asisten praktikum selalu membuat suasana kelas menjadi lebih kondusif.

 

 

 

 

11

Asisten praktikum selalu memberitahukan hal-hal yang harus dilakukan pada saat praktikum.

 

 

 

 

12

Asisten praktikum selalu datang lebih dahulu dari praktikan.

 

 

 

 

13

Perintah yang diberikan oleh asisten praktikum selalu jelas.

 

 

 

 

14

Sebelum praktikum,asisten praktikum selalu memberitahukan bahan yang harus dibawa praktikan pada saat praktikum.

 

 

 

 

 

 

15

Praktikum dilaksanakan dengan teratur sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

 

 

 

 

 

B.Minat Praktikum Mahasiswa

 

No

Pernyataan

Sangat setuju

Setuju

Tidak setuju

Sangat tidak setuju

1

Saya selalu aktif mengikuti praktikum sesuai jadwal yang telah ditentukan.

 

 

 

 

2

Saya senang apabila dosen praktikum datang pada saat praktikum.

 

 

 

 

3

Saya senang pada saat praktikum dilaksanakan, karena saya bisa mencoba hal-hal baru.

 

 

 

 

4

Saya selalu menyimak materi yang diberikan sebelum praktikum dimulai.

 

 

 

 

5

Saya bersemangat belajar untuk pre-test praktikum.

 

 

 

 

6

Saya selalu berusaha menjawab pre-test praktikum dengan benar.

 

 

 

 

7

Saya ingin jam praktikum ditambah.

 

 

 

 

8

Saya takut apabila tidak melaksanakan praktikum.

 

 

 

 

9

Saya selalu mempersiapkan diri sebelum praktikum.

 

 

 

 

10

Saya selalu belajar dirumah tentang materi yang kan dipraktekan.

 

 

 

 

 

C.Minat Membuat Laporan Hasil Praktikum.

 

No

Pernyataan

Sangat Setuju

Setuju

Tidak setuju

Sangat Tidak setuju

 

1

Saya selalu berusaha membuat laporan dengan baik.

 

 

 

 

 

2

Saya merasa senang pada saat membuat laporan hasil praktikum.

 

 

 

 

 

3

Pembahasan laporan hasil praktikum menurut saya terlalu sedikit

 

 

 

 

 

4

Saya merasa laporan hasil praktikum yang saya buat selalu sesuai dengan yang diinginkan modul.

 

 

 

 

 

5

Laporan yang saya buat selalu mendapat respon postif dari asisten laboratorium.

 

 

 

 

 

6

Asisten laboratorium selalu memberikan keterangan tentang kesalahn-kesalahn dalam penulisan laporan.

 

 

 

 

 

7

Saya merasa sistematika penulisan laporan sudah sesuai dengan apa yang diberikan asisten laboratorium.

 

 

 

 

 

8

Saya akan bertanya jika saya kurang mengerti tentang beberapa hal didalam penulisan laporan.

 

 

 

 

 

9

Saya akan mencari bahan untuk penulisan laporan hasil praktikum dengan sunguh-sungguh.

 

 

 

 

 

10

Saya selalu semangat mengerjakan laporan hasil praktikum

 

 

 

 

 

Contoh diatas adalah contoh dari angket tertutup, karena angket diatas sudah disediakan jawaban oleh peneliti. Untuk menganalisis data dari kuisioner diatas dapat dilihat dengan menggunakan statistic sebagai berikut:

  1.  Tabel A tentang pelaksanaan praktikum.

Misalkan :

Jumlah Responden                  : 100 orang.( diasumsikan semua responden menjawab )

Sangat setuju                           : 30 orang       

Setuju                                      : 17 orang

Tidak setuju                            : 47 orang

Sangat tidak setuju                 : 6 orang

Perhitungan :

Sangat setuju                           : 30/100 x 100% = 30%

Setuju                                      : 17/100 x 100% = 17%

Tidak setuju                            : 47/100 x 100%= 47%

Sangat tidak setuju                 : 6/100  x 100 % = 6%

Dapat dilihat bahwa dari 100 responden,53 orang atau 53 % dari total responden merasa kurang dalam hal pelaksanakan praktikum biologi dasar. Ini dapat disebabkan dari berbagai macam faktor seperti dosen praktikum dan asisten laboratorium yang kurang bisa memberikan pelayanan yang baik baik mahasiswa. Hal inilah yang nantinya akan menjadi acuan hal-hal yang harus dibenahi dalam pelaksanaan praktikum.

  1.  Tabel B tentang minat praktikum mahasiswa.

Misalkan:

Jumlah Responden                  : 100 orang

Sangat setuju                           : 12 orang

Setuju                                      :20 orang

Tidak setuju                            : 60 orang

Sangat tidak setuju                 : 8 orang

Penghitungan :

Sangat setuju                           : 12/100 x 100% = 12 %

Setuju                                      : 20/100 x 100% = 20%

 Tidak setuju                           : 60/100 x 100%  = 60%

Sanagt tidak setuju                 : 8/100 x 100%    = 8 %

            Dari hasil pemisalan diatas,dapat di katakan bahwa hanya sekitar 32% dari 100 responden yang mempunyai minat untuk melaksanakan praktikum,sedangkan 68% nya tidak. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal dari responden itu sendiri. Faktor internal  tidak adanya minat praktikum dari responden  adalah kurangnya ketertarikan terhadap materi praktikum, kemalasan, kurang motivasi, dll. Faktor eksternalnya adalah kurang menariknya sajian materi dari dosen praktikum,dll. Dalam angket ini juga bisa melihat faktor apa yang membuat minat mahasiswa menjadi tidak ada atau berkurang,misalkan dari 60 % responden yang tidak setuju, setengah dari responden tersebut memilih dosen yang kurang menarik. Berarti hasil dari data tersebut menyebutkan bahwa memang kurang menariknya materi yang diberikan dosen. Oleh sebab itu ,dengan adasnya angket ini bisa dievaluasi hal-hal yang menyebabkan minat praktikum mahasiswa menjadi rendah.

  1. Tabel C tentang minat membuat laporan hasil praktikum.

Misalkan:

Jumlah responden                   : 100 orang

Sangat setuju                           :  33 orang

Setuju                                      : 17 orang

Tidak setuju                            : 32 orang

Sangat tidak setuju                 :18 orang

Perhitungan

Sangat setuju                           :17/100 x 100% = 17%

Setuju                                      : 33/100 x 100% = 33 %

Tidak setuju                            : 32/100 x 100% =32%

Sangat tidak setuju                 : 18/100 x 100% =18%

Dari hasil diatas dapat kita liat bahwa minat mahasiswa untuk mengerjakan laporan berimbang. 50% dari mahasiswa mempunyai minta yang baik untuk mengerjakan laporan, sedangkan 50% lagi kurang berminat.

Semua hasil pengamatan dari ketiga tabel tersebut hanyalah contoh,dan perhitungan nya pun masih menggunakan perhitungan yang secara garis besar. Perhitungan tersebut dapat menghasilkan kesimpulan yang negative karena setiap pertanyaan atau pernyataan pada setiap tabel adalah pernyataan atau pertanyaan yang bersifat positif. Jadi apabila lebih banyak “Tidak Setuju” dan “Sangat Tidak Setuju” dipilih oleh responden maka otomatis penilaian terhadap sesuatu tersebut akan bernilai negatif. Selain menilai secara garis besar, angket tersebut juga bisa menilai faktor-faktor apa yang menyebabkan hal yang diteliti tersebut terjadi. Misalkan pada tabel pertama no 1 berikan pernyataan tentang ketepatan waktu pelaksanaan praktikum, dan setelah di lihat ternyata 50% responden yang menyatakan “Tidak Setuju” dan “Sangat Tidak Setuju” memilih pernyataan no 1 ini, berarti memang dari segi ketepatan waktu pelaksanaan praktikum tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Jadi dalam suatu angket sederhana saja,dapat dianalisis beberapa data penting seperti,kekurangan,kelebiham,faktor-faktor pendukung,faktor-faktor penghambat,dll.

2.         Dalam hal ini saya akan berbicara mengenai gejala kognisi. Gejala kognisi ( pengenalan) adalah istilah ilmiah untuk “ proses berpikir”,yaitu bagaimana manusia melihat,mengingat,belajar dan berpikir tentang informasi [3]. Sumber lain juga mengatakan bahwa kognisi merupakan suatu pemahaman terhadap sebuah kemampuan untuk memperoleh pengetahuan [4]. Jadi sebenarnya yang dimaksud dengan kognisi adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan proses mendapatkan suatu pengetahuan dari berbagai media seperti indera,akal,dan intuisi yang melibatkan proses berpikir didalamnya.

            Jika dilihat dari video kelompok kami, gejala kognisi  ini ada diberbagai scane. Seperti yang kita ketahui, gejala pertama dalam psikologi adalah penginderaan. Pengindraan sendiri adalah penyaksian indera atas rangsangan yang merupakan suatu kompleks ( suatu kesatuan yang kabur,tidak jelas) [5].Mungkin diantara kita kata penginderaan ini identik dengan indera penglihatan ( mata ), tetapi sebenarnya keempat indera lain juga sangat berpengaruh dalam penginderaan ini. Tahap penginderaan ini diwakili pada saat tokoh yang ingin bunuh diri( sebut saja Eca ) melihat dan mendengar teman-temannya yang lain lulus pada universitas yang mereka cita-citakan bersama,sedangkan ia tidak. Kemudian setelah Eca ini melihat dan mendengar teman-temannya lulus, maka otomatis akan terjadi pengamatan. Pengamatan sendiri  adalah hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya rangsangan[6]. Rangsangan dalam video tersebut adalah saat teman-teman Eca lulus diperguruan tinggi yang sama. Jadi dalam video tersebut pengamatan nya terjadi pada saat Eca berusaha untuk menyadari bahwa teman-temannya itu lulus sedangan dia tidak. Mungkin didalam video ini tidak digambarkan proses Eca untuk mengindera dan mengamati, tetapi jika ditelusuri lebih jauh, kita kan bisa menemukan proses ini secara tersirat telah digambarkan.

            Setelah melakukan pengamatan selanjutnya ada sebuah tanggapan untuk menanggapi sebuah pengamatan tersebut. Tanggapan merupakkan suatu bayangan yang tinggal dalam ingatan setelah melakukan pengamatan atau setelah kita berfantasi[7]. Tanggapan Eca ini didapat dari hasil fantasi dan hasil ingatan dia. Seperti yang kita ketahui ingatan adalah kekuatan jiwa yang aktif untuk menrima,menyimpan,dan memproduksi kesan-kesan[8] ,sedangkan fantasi adalah kekuatan jiwa untuk menciptakan tanggapan baru dalam jiwa kita dengan pertolongan tanggapan-tanggapan yang telah dimiliki[9] . Hasil ingatan ini tergambar jelas pada saat Eca yang terbayang masa lalu pada saat ia baru lulus SMA dan berharap dia dan teman-temannya akan selalu bersama,. Ia akan masuk diperguruan tinggi yang sama dengan teman-temannya. Fantasinya mungkin adalah dengan dia diterima di perguruan tinggi yang sama dengan teman-temannya dia akan lebih kompak, tak akan terpisahkan,bisa mempertahankan persahabatan mereka. Sedangkan kenyataan berkata lain, ketika ketiga temannya lulus, ternyata Eca sendiri yang tidak lulus di Universitas yang mereka cita-citakan. Dari sinilah muncul tanggapan dari Eca, muncullah gambaran negative dari Eca tentang kenyataan tersebut. Jika dia tidak sama-sama dengan teman-temannya ,mungkin dalam gambarannya, teman-temannya akan meninggalkan dia, dia tidak akan mempunyai sahabat-sahabat yang baik lagi, dia akan sendirian, dan lain-lain yang sifatnya negative atau mungkin dia juga menyalahkan Tuhan akan kejadian tersebut.

            Kemudian masuk kedalam gejala kognisi yang melalui akal. Setelah mengalami hal ini, Eca terus berpikir  tentang hal yang ia bisa lakukan untuk  bisa diterima di universitas yang sama. Tapi mungkin setelah dia berusaha dan selalu mengalami jalan buntu,muncul pendapat negative dalam diri Eca, atau dari orang-orang sekitar Eca yang membuat dirinya makin terpuruk. Setelah pendapat-pendapat negative yang selalu muncul dalam akal dan pikirannya, maka tibalah Eca pada keputusan bunuh diri tadi.


[1]  http://www.merahhitam.com/metode-psikologi-pendidikan diakses pada 16 Mei 2012 pukul 17.45 WIB.

[3] Wafiqni, Nafia .2012. Gejala Kognisi.ppt

[4] http://www.edukasi.kompasiana.com/gejalakognisi diakses pada 19 Mei 2012 pukul 21.34 WIB.

[5] Wafiqni,Nafia.2012.Pengindraan.ppt

[6]Wafiqni,Nafia.2012.Pengamatan.ppt

[7] Wafiqni,Nafia.2012.Tanggapan.ppt

[8]

[9]

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s